Minggu, 20 Oktober 2013

Apa itu OpenGL? OpenGL (Open Graphics Library) adalah spesifikasi standar yang mendefinisikan sebuah lintas-bahasa, lintas platform API untuk mengembangkan aplikasi yang menghasilkan grafis komputer 2D maupun 3D. Antarmuka terdiri dari lebih dari 250 panggilan fungsi yang berbeda yang dapat digunakan untuk menggambar tiga dimensi yang adegan-adegan kompleks dari bentuk-bentuk primitif sederhana. OpenGL dikembangkan oleh Silicon Graphics Inc (SGI) pada tahun 1992 dan secara luas digunakan dalam CAD, realitas maya, visualisasi ilmiah, visualisasi informasi, dan simulasi penerbangan. Hal ini juga digunakan dalam video game, di mana bersaing dengan Direct3D on Microsoft Windows platform (lihat vs OpenGL Direct3D). OpenGL dikelola oleh sebuah teknologi konsorsium nirlaba yaitu Khronos Group.

Pada mata kuliah Grafik Komputer dan Pengolahan Citra saya mendapat tugas untuk membuat garis horizontal, garis vertikal, dan garis diagonal pada OpenGL. Jika sudah menginstal Dev C++ dan header openGL, maka kita akan mencoba untuk membuat file baru, caranya:
1. Klik menu File > Pilih New > Project.
2. Pilih tag Multimedia > lalu klik openGL dan beri nama Project.



Setelah itu kita membuat garis horizontal, vertikal dan diagonal sesuai tugas yang sudah diberikan:
Codingan untuk horizontal:


glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f);
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);
glPushMatrix ( );
glClearColor (1,1,1,0);
glColor3f (1,1,1); //
glBegin(GL_LINES);
glVertex3f(-0.6f, 0.0f, 0.0f);
glVertex3f(0.6f, 0.0f, 0.0f);
glEnd ( );
glPopMatrix ( );
SwapBuffers (hDC);
Sleep(1);

Dengan posisi kodingan seperti:

 

Setelah semua source code sudah diketik. Maka program dapat di compile dan dijalankan. Berikut hasil dari source code tadi:



Kemudian kodingan untuk Vertikal adalah:


glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f);
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);
glPushMatrix ( );
glClearColor (1,1,1,0);
glColor3f (1,1,1); //
glBegin(GL_LINES);
glVertex3f(0.10,10.0,13.13);
glVertex3f(0,0,0.0);
glEnd ( );
glPopMatrix ( );
SwapBuffers (hDC);
Sleep(1);

Setelah semua source code sudah diketik. Maka program dapat di compile dan dijalankan. Berikut hasil dari source code tadi:


Untuk Diagonal adalah:


glClearColor (0.0f, 0.0f, 0.0f, 0.0f);
glClear (GL_COLOR_BUFFER_BIT);
glPushMatrix ( );
glClearColor (1,1,1,0);
glColor3f (1,1,1);
glBegin(GL_LINES);
glVertex3f(0,0,-0.8);
glVertex3f(9.9,8.9,0.1);
glEnd ( );
glPopMatrix ( );
SwapBuffers (hDC);
Sleep(1);

Setelah semua source code sudah diketik. Maka program dapat di compile dan dijalankan. Berikut hasil dari source code tadi:


Selesai.
Demikianlah tulisan dalam tugas saya kali ini, semoga bisa berguna bagi pembaca khususnya bagi saya sebagai penulis. Mohon maaf jika ada salah kata dalam penulisan. Terima Kasih.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Percakapan antara Vicky Prasetyo dengan mantan tunangannya Sazkia Gotik



Vicky: "Di usiaku saat ini .. ee .. ya twenty nine  MY AGE ya ..Tapi aku tetap masih merindukan apresiasi karena .. basically aku seneng .. seneng musik walaupun KONTROVERSI HATI Aku lebih menyudutkan kepada KONSPIRASI KEMAKMURAN yang kita pilih ..."Nggak ..kita .. kita belajar .. apa ya HARMONISASI dari hal terkecil sampai terbesar.. Kupikir kita nggak boleh ego terhadap satu kepentingan dan KUDETA apa yang kita menjadi keinginan yaa."Dengan adanya hubungan ini bukan MEMPERTAKUT, bukan MEMPERSURAM STATUSISASI KEMAKMURAN keluarga dia gitu .. tapi menjadi CONFIDENT, tapi .. kita harus bisa MENSIASATI KECERDASAN itu untuk LABIL EKONOMI kita tetap lebih baik ... dan aku sangat bangga.
Zaskia Gotik menyela: "Dibeliin rumah ya .. Pap, ya? Aku dibeliin rumah ya sayang .. ya?"

Vicky: "Nanti lah kita KOMUNIKASIKAN lagi soal itu."



Percakapan diatas tersebut masih belum sesuai EYD. Sedangkan yang benarnya adalah seperti ini:


Vicky: "Saya saat ini berusia 29 tahun, tapi saya masih tetap merindukan penghargaan karena sejujurnya saya senang dengan musik walaupun sebenarnya bimbang. Tapi saya lebih tertuju kepada suatu hak kekayaan yang dipilih. "Tidak, kita itu belajar, belajar menjadi lebih harmonis baik dari hal-hal yang kecil sampai yang  besar, dan kita tidak boleh ingin merasa menang sendiri terhadap suatu kepentingan dan ketidakpuasan ini menjadi keinginan. Dengan adanya hubungan ini, bukan berarti membuat takut dan bukan membuat buruk keadaan keluarga dia yang makmur, tapi membuatnya menjadi lebih yakin, dan juga harus lebih pintar agar kondisi ekonomi yang tidak stabil itu menjadi lebih baik”
Zaskia Gotik: "Aku dibeliin rumah ya sayang? Rumah ya?”

Vicky: "Untuk soal itu nanti kita bicarakan lagi gimana baiknya”

Senin, 14 Oktober 2013

ARTIKEL YANG TERDAPAT KATA TIDAK BAKU - Atlit Tenis Meja Lantamal V Ikut Piala Danlantamal Cup

SURABAYA I SURYA Online 
     Sebanyak 87 atlit tenis meja dilingkungan Lantamal V Surabaya mengikuti pertandingan Tenis Meja Danlantamal V cup, SElasa (11/10). Rangkaian pertandingan memperingati HUT TNI 66 ini dibuka Asisten Personalia (Aspers) Lantamal V Kolonel Laut (KH) Ahmad Burhan Wijaya. Tenis Meja Danlantamal V Cup ini kata Burhan, merupakan even yang pertama kali digelar. "ini yang pertama kali digelar ternyata banyak juga bakat atlit tenis meja dari personel Lantamal V ini," katanya.
     Selanjutnya peraih enam besar dalam turnamen ini kata Burhan yang juga atlit tenis meja ini akan digodok secara khusus. "Enam besar ini akan di pertandingkan melawan lanal lanal dilingkungan Lantamal V selanjutnya disaring lagi se wilayah Lantamal Wilayah Timur," terangnya. Dari penyaringan atlit ini disiapkan penggodokan khusus jangka panjang termasuk pelatih yang akan menangani.
Pembina PTMSI (Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia) cabang Surabaya, Pangat menambahkan, melihat antusiasme atlit peserta turnamen tenis meja, pihaknya yakni akan banyak atlit atlit tenis meja dari lingkungan TNI AL. " Untuk kategori pemula sudah sangat bagus tinggal memoles dan lebih rutin lagi latihannya," katanya. Pihak PTMSI sendiri sudah menyiapkan pelatih yang akan melatih atlit tenis meja Lantamal V ini.
     Danlantamal V Laksma TNI M Atok Urrahman berharap jangka panjang ada pembinaan bagi atlit tenis meja Lantamal V. "Disini sarana sudah ada, atlit juga banyak tinggal pembinaan dan latihan rutin,"paparnya.
     Paling tidak nanti Pekan Olahraga Wilayah Timur (Porwiltim) atlit tenis meja Lantamal V ini sudah bisa unjuk gigi


Mencari kalimat Baku pada artikel kalimat tidak baku, yang terdapat pada artikel diatas :
Kalimat Tidak Baku    -->    Kalimat Baku
#  Atlit   -->    Atlet
#  Tenis Meja Danlantamal V Cup ini kata burhan, merupakan even yang pertama kali digelar     -->    Burhan berkata:  "Tenis Meja Danlantamal V Cup merupakan even yang  pertama kali digelar"
#  Selanjutnya peraih enam besar dalam turnamen ini kata Burhan yang juga atlit tenis meja ini akan digodok secara khusus     -->   Burhan berkata selanjutnya : " peraih enam besar dalam turnamen yang juga termasuk dalam Atlet Tenis Meja ini akan di olah secara khusus.
Dari penyaringan atlit ini disiapkan penggodokan khusus jangka panjang termasuk pelatih yang akan menangani     -->    Dari penyaringan Atlet ini disiapkan pengolahan khusus jangka panjang termasuk pelatih yang akan menangani. 
Pangat menambahkan, melihat antusiasme atlit peserta turnamen tenis meja, pihaknya yakni akan banyak atlit atlit tenis meja dari lingkungan TNI AL     -->   pangkat menambahkan , melihat antusiasme atlet peserta turnamaen tenis meja, yaitu akan banyak atlet atlet tenis meja dari lingkungan TNI AL.
#  Pihak PTMSI sendiri sudah menyiapkan pelatih yang akan melatih atlit tenis meja Lantamal V ini     -->    pihak PTMSI sendiri sudah menyiapkan pelatih yang akan melatih atlet tenis meja Lantamal V.
#  Danlantamal V Laksma TNI M Atok Urrahman berharap jangka panjang ada pembinaan bagi atlit tenis meja Lantamal V     -->  Danlantamal V Laksma TNI M Atok Urrahman berharap jangka panjang ada pembimbingan bagi atlet tenis meja Lantamal V.

Senin, 07 Oktober 2013

Pentingnya berbahasa yang baik dan benar dalam dunia Sistem Informasi

Bahasa adalah cara sebuah makhluk hidup untuk saling berkomunikasi, bertukar informasi, baik dengan cara lisan ataupun tulisan.
Ada banyak sekali ragam atau macam-macam bahasa khususnya di indonesia, bangsa Indonesia memiliki lebih dari 746 bahasa daerah, tetapi bahasa – bahasa tersebut di satukan dengan bahasa indonesia yang di sahkan dengan sumpah pemuda tanggal 28 Oktober 1928.
Ragam bahasa adalah varian dari sebuah bahasa menurut pemakaian. (Pendahuluan KBBI edisi ketiga).
   
Macam – macam ragam bahasa
1. Ragam Bahasa Indonesia berdasarkan media
Di dalam bahasa Indonesia disamping dikenal kosa kata baku Indonesia dikenal pula kosa kata bahasa Indonesia ragam baku, yang sering disebut sebagai kosa kata baku bahasa Indonesia baku. Kosa kata baku bahasa Indonesia, memiliki ciri kaidah bahasa Indonesia ragam baku, yang dijadikan tolak ukur yang ditetapkan berdasarkan kesepakatan penutur bahasa Indonesia, bukan otoritas lembaga atau instansi didalam menggunakan bahasa Indonesia ragam baku. Jadi, kosa kata itu digunakan di dalam ragam baku bukan ragam santai atau ragam akrab. Walaupun demikian, tidak menutup kemungkinan digunakannya kosa kata ragam baku di dalam pemakian ragam-ragam yang lain asal tidak mengganggu makna dan rasa bahasa ragam yang bersangkutan.
Suatu ragam bahasa, terutama ragam bahasa jurnalistik dan hukum, tidak menutup kemungkinan untuk menggunakan bentuk kosakata ragam bahasa baku agar dapat menjadi panutan bagi masyarakat pengguna bahasa Indonesia. Perlu diperhatikan ialah kaidah tentang norma yang berlaku yang berkaitan dengan latar belakang pembicaraan (situasi pembicaraan), pelaku bicara, dan topik pembicaraan (Fishman ed., 1968; Spradley, 1980). Ragam bahasa Indonesia berdasarkan media dibagi menjadi dua yaitu :
a) Ragam bahasa lisan
Adalah ragam bahasa yang diungkapkan melalui media lisan, terkait oleh ruang dan waktu sehingga situasi pengungkapan dapat membantu pemahaman. Ragam bahasa baku lisan didukung oleh situasi pemakaian. Namun, hal itu tidak mengurangi ciri kebakuannya. Walaupun demikian, ketepatan dalam pilihan kata dan bentuk kata serta kelengkapan unsur -unsur  di dalam kelengkapan unsur-unsur di dalam struktur kalimat tidak menjadi ciri kebakuan dalam ragam baku lisan karena situasi dan kondisi pembicaraan menjadi pendukung di dalam memahami makna gagasan yang disampaikan secara lisan. Pembicaraan lisan dalam situasi formal berbeda tuntutan kaidah kebakuannya dengan pembicaraan lisan dalam situasi tidak formal atau santai. Jika ragam bahasa lisan dituliskan, ragam bahasa itu tidak dapat disebut sebagai ragam tulis, tetapi tetap disebut sebagai ragam lisan, hanya saja diwujudkan dalam bentuk tulis. Oleh karena itu, bahasa yang dilihat dari ciri-cirinya tidak menunjukkan ciri-ciri ragam tulis, walaupun direalisasikan dalam bentuk tulis, ragam bahasa serupa itu tidak dapat dikatakan sebagai ragam tulis. 
Ciri-ciri ragam lisan :
  1. Memerlukan orang kedua / teman bicara.
  2. Tergantung situasi, kondisi, ruang & waktu.
  3. Hanya perlu intonasi serta bahasa tubuh.
  4. Berlangsung cepat.
  5. Sering dapat berlangsung tanpa alat bantu.
  6. Kesalahan dapat langsung dikoreksi.
  7. Dapat dibantu dengan gerak tubuh dan mimik wajah serta intonasi.
    Yang termasuk dalam ragam lisan diantaranya pidato, ceramah, sambutan, berbincang-bincang, dan masih banyak lagi. Semua itu sering digunakan kebanyakan orang dalam kehidupan sehari-hari, terutama ngobrol atau berbincang-bincang, karena tidak diikat oleh aturan-aturan atau cara penyampaian seperti halnya pidato ataupun ceramah.
b) Ragam bahasa tulis
Ragam bahasa tulis adalah bahasa yang dihasilkan dengan memanfaatkan tulisan dengan huruf sebagai unsur dasarnya. Dalam ragam tulis, kita berurusan dengan tata cara penulisan (ejaan) di samping aspek tata bahasa dan kosa kata. Dengan kata lain dalam ragam bahasa tulis, kita dituntut adanya kelengkapan unsur tata bahasa seperti bentuk kata ataupun susunan kalimat, ketepatan pilihan kata, kebenaran penggunaan ejaan, dan penggunaan tanda baca dalam mengungkapkan ide.
Contoh dari ragam bahasa tulis adalah surat, karya ilmiah, surat kabar, dll. Dalam ragam bahsa tulis perlu memperhatikan ejaan bahasa indonesia yang baik dan benar. Terutama dalam pembuatan karya-karya ilmiah.
Ciri Ragam Bahasa Tulis :
  1. Tidak memerlukan kehadiran orang lain.
  2. Tidak terikat ruang dan waktu
  3. Kosa kata yang digunakan dipilih secara cermat
  4. Pembentukan kata dilakukan secara sempurna,
  5. Kalimat dibentuk dengan struktur yang lengkap, dan
  6. Paragraf dikembangkan secara lengkap dan padu.
  7. Berlangsung lambat
  8. Memerlukan alat bantu
  
2. Ragam Bahasa Berdasarkan Penutur
a). Ragam Bahasa Berdasarkan Daerah (logat/diolek)
Luasnya pemakaian bahasa dapat menimbulkan perbedaan pemakaian bahasa. Bahasa Indonesia yang digunakan oleh orang yang tinggal di Jakarta berbeda dengan bahasa Indonesia yang digunakan di Jawa Tengah, Bali, Jayapura, dan Tapanuli. Masing-masing memiliki ciri khas yang berbeda-beda. Misalnya logat bahasa Indonesia orang Jawa Tengah tampak pada pelafalan “b” pada posisi awal saat melafalkan nama-nama kota seperti Bogor, Bandung, Banyuwangi, dan lain-lain. Logat bahasa Indonesia orang Bali tampak pada pelafalan “t” seperti pada kata ithu, kitha, canthik, dll.
b). Ragam Bahasa berdasarkan Pendidikan Penutur
Bahasa Indonesia yang digunakan oleh kelompok penutur yang berpendidikan berbeda dengan yang tidak berpendidikan, terutama dalam pelafalan kata yang berasal dari bahasa asing, misalnya fitnah, kompleks,vitamin, video, film, fakultas. Penutur yang tidak berpendidikan mungkin akan mengucapkan pitnah, komplek, pitamin, pideo, pilm, pakultas. Perbedaan ini juga terjadi dalam bidang tata bahasa, misalnya mbawa seharusnya membawa, nyari seharusnya mencari. Selain itu bentuk kata dalam kalimat pun sering menanggalkan awalan yang seharusnya dipakai.
c. Ragam bahasa berdasarkan sikap penutur
Ragam bahasa dipengaruhi juga oleh setiap penutur terhadap kawan bicara (jika lisan) atau sikap penulis terhadap pembawa (jika dituliskan) sikap itu antara lain resmi, akrab, dan santai. Kedudukan kawan bicara atau pembaca terhadap penutur atau penulis juga mempengaruhi sikap tersebut. Misalnya, kita dapat mengamati bahasa seorang bawahan atau petugas ketika melapor kepada atasannya. Jika terdapat jarak antara penutur dan kawan bicara atau penulis dan pembaca, akan digunakan ragam bahasa resmi atau bahasa baku. Makin formal jarak penutur dan kawan bicara akan makin resmi dan makin tinggi tingkat kebakuan bahasa yang digunakan. Sebaliknya, makin rendah tingkat keformalannya, makin rendah pula tingkat kebakuan bahasa yang digunakan.
Bahasa baku dipakai dalam :
  1. Pembicaraan di muka umum, misalnya pidato kenegaraan, seminar, rapat dinas memberikan kuliah/pelajaran.
  2. Pembicaraan dengan orang yang dihormati, misalnya dengan atasan, dengan guru/dosen, dengan pejabat.
  3. Komunikasi resmi, misalnya surat dinas, surat lamaran pekerjaan, undang-undang.
  4. Wacana teknis, misalnya laporan penelitian, makalah, tesis, disertasi.
3. Ragam Bahasa menurut Pokok Pesoalan atau Bidang Pemakaian
Dalam kehidupan sehari-hari banyak pokok persoalan yang dibicarakan. Dalam membicarakan pokok persoalan yang berbeda-beda ini kita pun menggunakan ragam bahasa yang berbeda. Ragam bahasa yang digunakan dalam lingkungan agama berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan kedokteran, hukum, atau pers. Bahasa yang digunakan dalam lingkungan politik, berbeda dengan bahasa yang digunakan dalam lingkungan ekonomi/perdagangan, olah raga, seni, atau teknologi. Ragam bahasa yang digunakan menurut pokok persoalan atau bidang pemakaian ini dikenal pula dengan istilah laras bahasa.
Perbedaan itu tampak dalam pilihan atau penggunaan sejumlah kata/peristilahan/ungkapan yang khusus digunakan dalam bidang tersebut, misalnya masjid, gereja, vihara adalah kata-kata yang digunakan dalam bidang agama. Koroner, hipertensi, anemia, digunakan dalam bidang kedokteran. Improvisasi, maestro, kontemporer banyak digunakan dalam lingkungan seni. Kalimat yang digunakan pun berbeda sesuai dengan pokok persoalan yang dikemukakan. Kalimat dalam undang-undang berbeda dengan kalimat-kalimat dalam sastra, kalimat-kalimat dalam karya ilmiah, kalimat-kalimat dalam koran atau majalah dan lain-lain.
(sumber : http://hendrapgmi.blogspot.com/2012/10/makalah-ragam-bahasa-indonesia.html)

Sumber : http://darkzone7.blogspot.com/#ixzz2gxjZGTAl

Senin, 30 September 2013

Pengertian Essay

       Mengenai Esai Esai adalah sebuah komposisi prosa singkat yang mengekspresikan opini penulis tentang subyek tertentu. Sebuah esai dasar sendiri dibagi menjadi tiga bagian: pendahuluan yang berisi latar belakang informasi yang mengidentifikasi subyek bahasan dan pengantar tentang subyek; tubuh esai yang menyajikan seluruh informasi tentang subyek; dan terakhir adalah konklusi yang memberikan kesimpulan dengan menyebutkan kembali ide pokok, ringkasan dari tubuh esai, atau menambahkan beberapa observasi tentang subyek. Menulis esai tidak sama dengan menulis karya tulis lain seperti makalah, opini, atau feature. Dalam menulis esai, penulis dituntut kreativitasnya tersendiri karena ia harus mampu mengungkapkan pemikiran mendalamnya terhadap suatu masalah tanpa bersikap kaku pada pembaca. Sebuah esai ilmiah harus berisi argumen dan analisis yang jelas serta data-data yang akurat dan kredibel, tetapi dengan bahasa yang mudah dimengerti oleh pembaca. Sehingga secara ilmiah dapat dipertanggungjawabkan, sekaligus enak dibaca.

Pengalaman Pribadi

Ketika mudik lebaran

    Setelah sekian lama tidak ke Klaten, akhirnya kami sekeluarga berlebaran di Klaten. Kami berangkat setelah lebaran pertama, yaitu hari Jumat pada pukul 06.30. Lalu kami tiba di Klaten hari itu juga pada pukul 23.00, dan kamipun segera beristirahat. Esok harinya, kami langsung pergi ke Malioboro pada sore hari hingga malam hari. Benar benar ramai karena digabung dengan libur lebaran, malam minggu, dan menjelang weekend. Lalu pada hari berikutnya, kami sekeluarga pergi ke daerah gunung Merapi untuk melihat melihat keadaan disana. Tapi mobil pribadi yang kami kendarakan diparkirkan di parkiran mobil, dan untuk ke Merapinya kami menggunakan mobil Jeep yang telah disiapkan. Rute di sana bisa juga ke arah rumah Mbah Marijan, juru kunci gunung Merapi. Akan tetapi kami tidak kesana melainkan langsung ke 3 rute yang lainnya, seperti museum barang-barang sisa bencana, bangker tempat perlindungan dari lahar yg akhirnya jadi tempat mati massal, dan ke batu alien. Setelah dari merapi, kami melanjutkan ke Wonosari dan setelah itu kami pulang. Hari berikutnya kami pergi ke Candi Borobudur, dan berusaha untuk mencapai stupa yg ada di paling atas. Kami pulang malam dari Candi Borobudur. Lalu pada hari Selasa keesokan harinya, kami memutuskan untuk beristirahat saja karena pada hari Rabunya kami sekeluarga akan pulang kembali ke Bekasi. Hari Rabu pun tiba. Kami sekeluarga pulang ke Bekasi pada pukul 06.00 pagi, dan tiba di Bekasi pada keesokan harinya yaitu Kamis pada pukul 08.00. Selama 26 jam kami berada dijalan, karena terjadi kemacetan parah di Indramayu. Tapi lebaran kali ini cukup menyenangkan walau harus berperang dengan kemacetan.